MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWA
Penyakit jiwa bukan hal yang tabu di dalammasyarakat, justru keluarga seharusnya mampu menggunakan sumber-sumber yang ada untuk membantu perawatan klien gangguan jiwa. Oleh karena itu hal-hal tersebut sebelumnya maka perlu disampaikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit jiwa, dalam kesempatan kali ini informasi lebih diajukan kepada keluarga, karena berbagai alasan salah satunya adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya karena keluarga malu memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami gangguan jiwa sehingga tidak mampu memberika perawatan yang direncanakan diharapkan sebelum ia pulang dari Rumah Sakit.1. Definisi kekambuhan
Adalah terulangnya tanda-tanda dan gejala gangguan jiwa seperti dulu bahkan bisa lebih parah.
2. Tanda-tanda dini kekambuhan
a. Klien mulai menolak tidak mau minum obat secara teratur
b. Klien mulai sukar tidur
c. Klien mulai kelihatan bingung, mondar-mandir
d. Klien mulai malas makan dan minum
e. Klien lebih mulai, tidak mau mengerjakan sesuatu, tidak mau bekerja dan bergaul
f. Klien banyak diam dan jarang mau menjawab pertanyaan
Cara Mengenali Tanda-Tanda Kekambuhan Pada Pasien Gangguan Jiwa
1. Secara fisik
a. Makan dan minum kurang atau berlebihan
b. Tidur kurang atau terganggu
c. Penampilan diri kurang atau tidak rapi
d. Perawatan diri kurang (badan bau, kuku panjang dan kotor, rambut dan kulit kotor)
e. Keberanian kurang atau berlebihan
2. Secara emosi
a. Bicara tidak jelas, merengek, menangis seperti anak kecil
b. Merasa malu, bersalah
c. Ketakutan
d. Gelisah
e. Mudah panik, tiba-tiba marah tanpa sebab
f. Menyerang
g. Bicara sendiri, tertawa sendiri
h. Memandang satu arah, duduk terpaku
i. Malas, tidak ada inisiatif
j. Komunikasi kacau
k. Bermusuhan dan curiga
l. Merasa rendah diri, tidak berdaya dan hina
3. Secara sosial
a. Duduk menyendiri, melamun
b. Tunduk
c. Menghindar dari orang lain
d. Tergantung pada orang lain
e. Tidak peduli lingkungan
f. Interaksi kurang
g. Kegiatan kurang
h. Tidak mampu berperilaku sesuai norma
Faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan
1. Faktor Penderita
a. Tidak mau minum obat
b. Kepribadian sebelum sakit
c. Keterlibatan keluarga untuk kontrol
2. Faktor Lingkungan
a. Sterss sosial / Kejadian yang mendadak
b. Kondisi keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi
c. Pengawasan keluarga sangat penting untuk :
1. Memberikan obat sesuai dengan perintah dokter
2. Menjaga klien jangan sampai mengalami ketegangan
3. Mengenal tanda-tanda kekambuhan
4. Mencegah benturan dan pencetus baru
d. Faktor pengobatan
e. Fasilitas Pelayanan kesehatan jiwa di Masyarakat
Peran serta keluarga dalam mencegah kekambuhan
1. Mengenal tanda-tanda dini kekambuhan
2. Memberikan keputusan tindakan lebih lanjut
3. Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa
4. Menciptakan lingkungan yang sehat di rumah
5. Menggunakan sumber-sumber yang ada dalam masyarakat
Cara Mencegah Kekambuhan pada pasien Gangguan Jiwa
1. Aktivitas teratur/terjadual
a. Perhatikan kegiatan sehari-hari pasien
b. Jadualkan kegiatan sehari-hari pasien (menyapu, mengepel, mencuci pakaian sendiri, dll)
c. Beri pujian jika pasien berhasil
2. Minum obat teratur dan sesuai aturan
a. Perhatikan dosis, cara, dan waktu minum obat
b. Dorong pasien untuk meminum obat secara mandiri
c. Beri pujian jika pasien bisa minum obat secara mandiri
3. Kontrol teratur
Lakukan kontrol secara teratur ke RS sebelum obat habis
4. Dukungan keluarga
a. Dukung pasien dalam segala aktivitas yang positif
b. Tetap memberi semangat kepada pasien
c. Dukung pasien untuk kontrol teratur
Alasan pentingnya peran serta keluarga dalam mencegah kekambuhan
1. Keluarga adalah tempat individu membina hubungan belajar mengembangkan keyakinan, sikap, dan perilaku
2. Perawatan kesehatan jiwabukanlah tempat klien untuk seumur hidup
3. Faktor penyebab kekambuhan adalah keluarga yang tidak mengetahui cara menangani dirumah
Aktivitas yang sesuai bisa dilakukan di rumah
a. Terapi kerja, pekerjaan yang tidak terlalu membebani klien
b. Olahraga membantu meningkatkan klien bergaul
c. Pergaulan, mengikuti kegiatan sosial, keagamaan
d. Kuliah, kursus, sekolah
Merawat Pasien Gangguan Jiwa di rumah
1. Meningkatkan kesadaran dan percaya diri pasien
a. Bina hubungan saling percaya
b. Sikap keluarga bersahabat, penuh perhatian, hangat dan lembut
2. Memenuhi kebutuhan pasien sehari-hari
a. Perhatikan kebutuhan makan dan minum, kebersihan diri dan penampilan
b. Latih pasien dengan kegiatan sehari-hari: makan sendiri, cuci pakaian, dan kebersihan rumah tangga
3. Bantu komunikasi yang teratur
a. Bicara jelas dan singkat
b. Kontak atau bicara secara teratur
c. Pertahankan tatap mata saat bicara
d. Sabar, lembut, tidak buru-buru
4. Libatkan dalam kelompok
a. Nonton TV, baca Koran, dengar musik
b. Sediakan peralatan pribadi; tempat tidur, lemari pakaian
c. Pertemuan keluarga secara teratur
Ingat
Rumah sakit bukanlah tempat tinggal seumur hidup, tetapi keluargalah yang merupakan tempat tinggal seumur hidup klien, Oleh karena itu dukungan keluarga sangat penting dalam mencegah kekambuhan sakit jiwa
1 komentar:
saya juga lg stress berat krna saya umur 42 thn msh nganggur dan jomblo. dulu thn 2003 saat msh kerja di bdg saya sering dimutasi, diremehkan orang krna otak dan tenaga saya payah shg saya mengundurkan diri, nyari kerja lg baru sebentar dipecat krna tdk becus kerja. dulu saya kalau nyari jodoh sering ditolak cewe, diremehkan cewe, dibohongi teman, dimanfaatkan teman, diancam org, dipukul orang saat nyari cewe dll.. akibatnya saya selama 15 thn tiap hari marah marah, berkata kotor, susah tidur, kdng banting barang barang, sering berdoa yg buruk buruk dll. buka usaha kecil kecilan bangkrut, jualan online tdk laku.. apa saya kena gangguan ghaib? dulu kakek dan uwa saya paranormal sakti.. saya sdh 12thn agak rajin ibadah tp nasib tdk berubah..dulu thn 2003 saat merantau ke bdg saya melamar cewe namanya Nur (andir ciparay), tp lamaran saya ditolak, saya sampai skrng blm mampu melupakan dia. yg bikin saya cinta mati dg nur krna dia cantik, pendiam, lugu, rajin sholat, tdk matre, jarang keluyuran, dia juga jadi tulang punggung keluarga krna ortu nya petani miskin. saya mengira nur jodoh saya, krna saya kalau ada di dkt dia hidup saya semangat, hati saya damai, tp ternyata dia cewe yg paling sulit saya dapatkan. saya ngejar dia 2thn tp saya ditolak terus. saya nyari yg lain tp gagal..
Posting Komentar